Sabar, Ibu.
Aku pernah mencintai Ayahku
menjadikannya tokoh idola
yang dalam keyakinannya
pernah muncul sebagai
Dewa penolong yang turun
dari atas sana menjemput
Ibuku untuk diboyong
ke kerajaan langit. Namun,
pada kenyataannya Ayahku
hanyalah serdadu biasa yang
harus sepenuhnya tunduk
pada hierarki militer. Dan
segigih apa pun usaha Ibuku
untuk menepis gosip yang
beredar di kampungnya, pada
kenyataannya ia itu perempuan
biasa yang dulu tanpa banyak
ba-dan-bu menerima seorang
prajurit yang bertugas di barak
pasukan asing sebagai kekasihnya.
Ibuku ternyata adalah seorang
perempuan baik-baik yang sejak
itu selalu merasa telah menempuh
jalan yang keliru.
Komentar
Posting Komentar